Rabu, 04 September 2013

Goh Leumo, “Gunung Seribu Cahaya”

Goh Leumo, salah satu pegunungan yang sering didaki para pecinta alam dan para petualang baik lelaki maupun perempuan. Akan tetapi sesuai dengan berlakunya syariat Islam di Aceh maka oleh aparatur setempat tidak memperbolehkan lelaki melakukan pendakian dengan perempuan.
Pegunungan yang berketinggian sekitar 700 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini, selain menyimpan keindahan alam yang tidak biasa tetapi juga dekat dengan pusat kota Banda Aceh. Goh Leumo yang berada di Desa Lambadeuk, Kecamatan Aceh Besar, Provinsi Aceh, sering juga dijuluki gunung seribu cahaya, karena dari puncaknya, kita akan dapat melihat pemandangan Kota Banda Aceh pada malam hari yang penuh cahaya lampu.
dikunjungi para petualang hampir setiap minggunya baik untuk menikmati alamnya maupun sekedar mengambil gambar alam bebas bagi seorang photographer, tetapi tak  jarang juga para pendaki menemukan inspirasi-inspirasi baru di puncak ini mungkin karena keasriannya ataupun karena kedamaiannya di malam hari. Tak dapat kita pungkiri bahwa tempat yang baru sering memunculkan ide-ide baru, mungkin dengan alasan itu pula para petualang sering mengunjungi tempat ini.
Gunung ini juga mempunyai banyak penggemar terutama pada hari libur dan pada event – event tertentu. Tahun baru misalnya, pada event pergantian tahun  banyak sekali para pecinta alam dan yang hobi berpetualang lainnya meluangkan waktu untuk pergi ke puncak Goh Leumo ini hanya untuk menyaksikan indahnya malam pergantian tahun itu, para pendaki biasanya melakukan pendakiannya pada siang hari sekitar pukul 14:00 WIB, itu karena mereka ingin tiba dipuncaknya sebelum gelap menjelang Magrib, sehingga mereka dapat menyaksikan `cahaya berlari`, yaitu cahaya lampu Kota Banda Aceh penuh warna dari ketinggian, saat satu persatu lampu dinyalakan sehingga menimbulkan permainan cahaya nan indah yang turut menghiasi malam.
Jika pada malam pergantian tahun, menuju detik-detik  tahun baru  akan jauh lebih sempurna lagi pemandangan yang akan memanjakan mata. Dari ketinggian 700 mdpl di sudut kota, mata akan dihiasi kerlipan cahaya lampu yang menggoda, kembang api melompat tinggi ke angkasa dan berteduh di bawah  sinar purnama menjadikan perpaduan warna  yang  begitu sempurna.
Sangat beruntung bagi yang bisa bangun subuh digunung ini, berdiri membelakangi pilar maka cahaya merah matahari terbit atau dikenal dengan istilah sun rise akan terlihat dan membuat anda terkesima dengan keindahannya dan memuja-Nya karena menyadari alam ini ternyata indah.
Tidak semua orang yang dapat melewati pagi sesempurna itu, dan bukan berarti semua orang tidak dapat menikmati malam seindah itu. Hanya saja, orang-orang yang berani mempertaruhkan  hidupnya jauh lebih  menikmati hidupnya.
Berjarak  500 m dari Puskesmas Lambadeuk menuju kaki Goh Leumo, mulai mendaki dan melintasi perkebunan warga setempat. Pendakian berkisar antara 2 – 3 jam sampai kepuncak (sesuai kemampuan dan beban yang dibawa), gunung ini masih tergolong rimbun, tetapi jarang kita jumpai pohon – pohon besar, ± 1 jam sebelum sampai ke puncak akan ditemukan 1 pondok kecil sepertinya disitulah batas perkebunan warga. Jika hendak mengambil air untuk berbagai keperluan di puncak maka salah satu alternatifnya silahkan isi botol air di alur kecil dekat pondok tersebut. Keringat anda saat mendaki akan tergantikan saat melihat  indahnya panorama puncak. (Eva)