Senin, 14 Juli 2014

Pemerintah Aceh Peringati Nuzulul Quran

Banda Aceh – Pemerintah Aceh Senin (14/7/2014) malam, menggelar peringatan Nuzulul Quran di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan, peringatan Nuzulul Quran memiliki arti penting bagi umat Islam, karena malam 17 Ramadhan merupakan malam  dimana Al-Quran diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
“Al-Quran adalah hudan lin nas atau pedoman bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kaum muslimin memperingati peristiwa turunnya Al-Quran,” jelas Gubernur.
Melalui peringatan Nuzulul Quran, Gubernur berharap akan tumbuh motivasi untuk mencintai Al-Quran, membacanya, mendalami isinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sungguh Al-Quran merupakan sumber ilmu pengetahuan bagi umat manusia. Al-Quran dapat mengantarkan manusia pada ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran merupakan kewajiban bagi umat Islam,” lanjut Gubernur.
Pada momentum peringatan Nuzulul Quran, Gubernur juga mengajak segenap umat masyarakat untuk senantiasa melakukan muhasabah, koreksi diri, agar tidak termasuk sebagai orang-orang yang mendustai agama.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam di Gaza, Palestina yang diperangi oleh zionis Israel. “Pemerintah Aceh telah membuka rekening donasi untuk bantuan kemanusian bagi rakyat Palestina. Saya berharap kita semua menyumbang untuk meringankan beban saudara-sadara kita di sana,” harap Gubernur.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) Aceh Tgk Muslim Ibrahim yang menjadi penceramah pada peringatan Nuzulul Quran menjelaskan, Al-Quran merupakan rumus dalam hidup dan kehidupan, serta petunjuk bagi manusia seluruh alam.
“Mari kita pelajari Al-Quran yang di dalamnya mengandung akidah, ahklak, zakat, puasa, serta iman kepada Allah. Al-Quran merupakan tauladan yang bagus bagi setiap mukmin,” jelasnya.
Tgk Muslim Ibrahim berharap, setiap peringatan Nuzulul Quran hendaknya ada perubahan dalam hidup dan kehidupan umat muslim. “Ini jangan hanya sebatas memperingati turunnya Al-Quran, tapi setiap kita harus memaham dan mendalami kandungan Al-Quran,” lanjutnya.
Selain itu kata Muslim Ibrahim, bagi orang tua juga bisa belajar dari isi Al-Quran tentang bagaimana mendidik anak-anak. “Dalam surat Lukman itu penuh dengan pendidikan keluarga,” tegasnya.
Peringatan Nuzulul Quran di Mesjid Raya Baiturrahman turut dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Kepala  Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, serta beberapa pejabat lainnya. [sp]

www.atjehlink.com

Alasan Israel Bombardir Masjid dan Rumah Sipil di Gaza

Yerusalem - Militer Israel mengatakan pada Sabtu dinihari pihaknya telah menyerang sebuah masjid di Gaza Tengah yang ditengarai menyimpan senjata. Langkah itu pun memicu kemarahan warga Palestina.
Di Gaza, pejabat kesehatan mengatakan korban tewas akibat serangan udara Israel telah mencapai 120 orang, dan ratusan lainnya terluka. Banyak dari mereka yang tewas dan terluka berasal dari warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Militer Israel mengatakan selama lima hari pertempuran, pihaknya telah menyerang lebih dari 1.160 sasaran di Gaza. Tempat itu termasuk peluncur roket, pabrik senjata, dan fasilitas penyimpanan dan rumah-rumah pribadi yang dikatakan telah menjadi pusat komando militan untuk mengarahkan serangan roket ke Israel.
Militer Israel mengatakan, pihaknya telah menyerang 10 tempat operasi teror, 6 di antaranya dikatakan terlibat langsung dalam peluncuran roket ke Israel.
Dalam sebuah pernyataan militer Israel yang dikutip New York Times, Sabtu (12/7/2014), mengatakan, bahwa Hamas, kelompok Islam yang mendominasi Gaza, dan kelompok militan Jihad Islam secara sistematis menggunakan masjid untuk menyembunyikan persenjataan dan membangun jaringan terowongan bawah tanah. Hal ini dinilainya sebagai penyalahgunaan situs suci.
“Situs-situs tersebut merupakan bagian dari jaringan teror yang luas tertanam jauh di dalam populasi sipil sengaja dilakukan oleh organisasi teror,” tambah pernyataan itu.
Militer menerbitkan foto udara dari situs masjid, dikelilingi oleh rumah-rumah sipil.
Selama lima hari terakhir, korban telah berjatuhan akibat serangan roket Israel. Namun tak ada korban jiwa dari pihak Israel, meskipun militan di Gaza telah meluncurkan hampir 700 roket dan mortir dan bahkan kerap mencapai lebih jauh ke wilayah Israel.
Menurut para pejabat Israel, minimnya angka kematian dari serangan tersebut lantaran keberhasilan ‘Iron Dome’ atau sistem pertahanan rudal di negara itu. Sistem itu mencegat roket yang menuju kepada pusat-pusat keramaian kota, dan Israel menginstruksikan untuk melindunginya melalui suara sirene.
Namun Iron Dome tidak memberikan perlindungan total. Sebuah roket menghantam sebuah rumah di kota Israel selatan Beersheba pada Jumat malam. Roket itu menghancurkan dan melukai seorang wanita tua. Seorang pria terluka parah dan tujuh lainnya mengalami luka saat roket menghantam dan membakar stasiun pengisian bensin di Ashdod, kota pelabuhan Israel. (Ans)

Rabu, 04 September 2013

Goh Leumo, “Gunung Seribu Cahaya”

Goh Leumo, salah satu pegunungan yang sering didaki para pecinta alam dan para petualang baik lelaki maupun perempuan. Akan tetapi sesuai dengan berlakunya syariat Islam di Aceh maka oleh aparatur setempat tidak memperbolehkan lelaki melakukan pendakian dengan perempuan.
Pegunungan yang berketinggian sekitar 700 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini, selain menyimpan keindahan alam yang tidak biasa tetapi juga dekat dengan pusat kota Banda Aceh. Goh Leumo yang berada di Desa Lambadeuk, Kecamatan Aceh Besar, Provinsi Aceh, sering juga dijuluki gunung seribu cahaya, karena dari puncaknya, kita akan dapat melihat pemandangan Kota Banda Aceh pada malam hari yang penuh cahaya lampu.
dikunjungi para petualang hampir setiap minggunya baik untuk menikmati alamnya maupun sekedar mengambil gambar alam bebas bagi seorang photographer, tetapi tak  jarang juga para pendaki menemukan inspirasi-inspirasi baru di puncak ini mungkin karena keasriannya ataupun karena kedamaiannya di malam hari. Tak dapat kita pungkiri bahwa tempat yang baru sering memunculkan ide-ide baru, mungkin dengan alasan itu pula para petualang sering mengunjungi tempat ini.
Gunung ini juga mempunyai banyak penggemar terutama pada hari libur dan pada event – event tertentu. Tahun baru misalnya, pada event pergantian tahun  banyak sekali para pecinta alam dan yang hobi berpetualang lainnya meluangkan waktu untuk pergi ke puncak Goh Leumo ini hanya untuk menyaksikan indahnya malam pergantian tahun itu, para pendaki biasanya melakukan pendakiannya pada siang hari sekitar pukul 14:00 WIB, itu karena mereka ingin tiba dipuncaknya sebelum gelap menjelang Magrib, sehingga mereka dapat menyaksikan `cahaya berlari`, yaitu cahaya lampu Kota Banda Aceh penuh warna dari ketinggian, saat satu persatu lampu dinyalakan sehingga menimbulkan permainan cahaya nan indah yang turut menghiasi malam.
Jika pada malam pergantian tahun, menuju detik-detik  tahun baru  akan jauh lebih sempurna lagi pemandangan yang akan memanjakan mata. Dari ketinggian 700 mdpl di sudut kota, mata akan dihiasi kerlipan cahaya lampu yang menggoda, kembang api melompat tinggi ke angkasa dan berteduh di bawah  sinar purnama menjadikan perpaduan warna  yang  begitu sempurna.
Sangat beruntung bagi yang bisa bangun subuh digunung ini, berdiri membelakangi pilar maka cahaya merah matahari terbit atau dikenal dengan istilah sun rise akan terlihat dan membuat anda terkesima dengan keindahannya dan memuja-Nya karena menyadari alam ini ternyata indah.
Tidak semua orang yang dapat melewati pagi sesempurna itu, dan bukan berarti semua orang tidak dapat menikmati malam seindah itu. Hanya saja, orang-orang yang berani mempertaruhkan  hidupnya jauh lebih  menikmati hidupnya.
Berjarak  500 m dari Puskesmas Lambadeuk menuju kaki Goh Leumo, mulai mendaki dan melintasi perkebunan warga setempat. Pendakian berkisar antara 2 – 3 jam sampai kepuncak (sesuai kemampuan dan beban yang dibawa), gunung ini masih tergolong rimbun, tetapi jarang kita jumpai pohon – pohon besar, ± 1 jam sebelum sampai ke puncak akan ditemukan 1 pondok kecil sepertinya disitulah batas perkebunan warga. Jika hendak mengambil air untuk berbagai keperluan di puncak maka salah satu alternatifnya silahkan isi botol air di alur kecil dekat pondok tersebut. Keringat anda saat mendaki akan tergantikan saat melihat  indahnya panorama puncak. (Eva)